10 Maret 2022   08:33 WIB

DPUPR SIAP TINDAKLANJUTI ARAHAN BUPATI BLORA TERKAIT NORMALISASI EMBUNG KEMADOH

DPUPR SIAP TINDAKLANJUTI ARAHAN BUPATI BLORA TERKAIT NORMALISASI EMBUNG KEMADOH

DPUPR SIAP TINDAKLANJUTI ARAHAN BUPATI BLORA TERKAIT NORMALISASI EMBUNG KEMADOH

DPUPR SIAP TINDAKLANJUTI ARAHAN BUPATI BLORA TERKAIT NORMALISASI EMBUNG KEMADOH

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora menyatakan siap menindaklanjuti arahan Bupati terkait normalisasi embung Kemadoh Kecamatan Jati pasca terjadinya banjir yang merendam 16 KK di sekitarnya pada Selasa (8/3/2022) sore.
Kepala Dinas PUPR Blora, Ir. Samgautama Karnajaya, MT  menyatakan siap untuk mengoordinasikan dengan Kepala BBWS Bengawan Solo mengingat sampai saat ini kewenangan pengelolaan embung itu memang masih menjadi tanggung jawab dari BBWS Bengawan Solo.
“Tentu saja agar sedimentasi yang ada di area embung bisa dilakukan normalisasi kembali untuk mengembalikan daya tampung embung kembali ke kondisi semula, hal ini merupakan salah satu alternatif solusi untuk mengatasi kejadian banjir agar tidak terulang kembali," kata Kepala Dinas PUPR Blora, Ir. Samgautama Karnajaya, MT, Kamis (10/3/2022).
Sedangkan PPK OP 4 BBWS Bengawan Solo, Yosi Mahendra Pramudianto, ST., menyatakan bahwa pada tahun 2021 pihaknya juga sudah melakukan kegiatan normalisasi pada embung itu melalui kegiatan rutin.
“Dengan adanya banjir Selasa (8/3/2022) sore yang sampai melimpas ke tubuh bangunan embungnya, kami bersama tim sudah melakukan inspeksi dan memastikan bahwa kondisi tubuh embung masih aman. Untuk permintaan bapak Bupati agar dilakukan kegiatan normalisasi kembali, akan kami sampaikan ke atasan kami agar ke depannya usulan ini  bisa ditindaknjuti secepatnya melalui kegiatan normalisasi ataupun kegiatan rehabilitasi secara menyeluruh,” jelas Yosi Mahendra Pramudianto, ST.  
Sementara itu Kabid SDA, Surat, ST,MT menyatakan bahwa untuk mengantisipasi agar tidak terulang kembali maka daerah hulu bendung juga perlu digiatkan pelaksanaan konservasi kawasan DAS sungai Jegong bagian hulu dengan kegiatan reboisasi penanaman pohon yang memiliki umur panjang tidak hanya terbatas pada tanaman semusim saja mengingat kawasan DAS bagian hulu banyak ditanami dengan tanaman semusim sehingga potensi sedimentasi yang terjadi relatif cukup tinggi.
“Dengan demikian jika kegiatan ini bisa berjalan dengan baik maka dapat mencegah terjadinya banjir,” jelasnya.
Untuk diketahui, Bupati Blora Arief Rohman, S.IP., M.Si bersama Dandim 0721/Blora, Letkol. Inf. Andy Soelistyo KP, S.Sos., M.Tr (Han) mengecak dan melakukan peninjauan ke lokasi penanganan korban banjir di Dukuh Kemadoh, Desa Jegong, Kecamatan Jati, Rabu (9/3/2022).
Banjir terjadi akibat luapan sungai sekitar embung Kemadoh pada Selasa (8/3/2022) sore yang mengakibatkan sebagian pemukiman warga setempat terendam air.  
Ikut serta dalam peninjauan, Kepala Pelaksana BPBD Blora, Kepala Dinas Sosial P3A, Kepala DPUPR, Dinrumkimhub, Bappeda dan Baznas Kabupaten Blora.
Setibanya di lokasi, Bupati bersama  Dandim menyempatkan masuk rumah warga yang dekat dengan sungai dan berdialog dengan korban banjir serta memberikan motivasi dan menyalurkan bantuan dari pemerintah.
Selain menyerahkan bantuan, Bupati Blora dan Dandim juga menyerahkan dana sosial dari Baznas Kabupaten Blora.
"Kita semua prihatin atas kejadian banjir ini. Jenengan semuanya alhamdulillah sehat dan tidak ada yang mengalami luka. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat nggih. Kita minta nanti TNI Polri dan petugas BPBD untuk bisa membantu pembersihan sisa sisa banjir," ucap Bupati.
Tidak hanya menyerahkan bantuan, Bupati dan rombongan juga melihat kondisi Embung Kemadoh yang sempat meluap dan mengakibatkan banjir.
Saat meninjau embung, Bupati didampingi Kepala DPUPR dan petugas perwakilan BBWS Bengawan Solo selaku pengelola embung yang telah berusia 25 tahun itu.
Dalam kesempatan itu, Bupati berdiskusi di sekitar pintu air embung bersama DPUPR dan petugas BBWS Bengawan Solo sambil melihat kondisi embung yang sedimentasinya sudah tinggi.
"Ternyata embung yang dibangun tahun 1997 ini sedimentasi atau pendangkalannya sudah banyak. Tolong nanti disampaikan ke Pak Kepala Balai (BBWS Bengawan Solo) agar bisa dikeruk atau normalisasi. Tujuannya agar kapasitas daya tampung embung kembali normal dan memperkecil potensi banjir," kata Bupati Blora Arief Rohman.
Jika sudah dikeruk dan daya tampungnya normal kembali, Bupati berharap fungsi irigasinya juga bisa dirasakan oleh masyarakat khususnya para petani karena wilayah Kecamatan Jati ini terkenal daerah susah air saat kemarau.  (Tim DPUPR).


Info