03 Maret 2022   10:30 WIB

Petugas Operasi dan Pemeliharaan Daerah Irigasi Kembali Sweeping Sampah di Sungai Grojogan

Petugas Operasi dan Pemeliharaan Daerah Irigasi Kembali Sweeping Sampah di Sungai Grojogan

Petugas Operasi dan Pemeliharaan Daerah Irigasi Kembali Sweeping Sampah di Sungai Grojogan

Tak kenal hari libur menjalankan amanah sebagai implementasi ibadah. Itulah yang tersirat di benak hati petugas gabungan Operasi dan Pemeliharaan (OP) Daerah Irigasi (DI) ketika melakukan sweeping dan membersihkan sampah yang menyumpal pada konstruksi penangkap sampah di saluran drainase kota Blora, tepatnya di kawasan Grojogan, Kamis (3/3/2022).   .  

Mereka justru semakin kompak dan giat membersihkan dan mengumpulkan sampah dilandasi dengan ungkapan sepi ing pamrih, rame ing gawe, semangat tanpa sambat. 

Meskipun Pemerintah Kabupaten Blora melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait sudah sering menyampaikan agar masyarakat tidak sembarangan membuang sampah di lingkungan setempat, nyatanya hal itu masih saja belum membumi di benak hati. 

Bahkan, petugas OP Daerah Irigasi mengaku bisa tiga hingga empat kali dalam satu minggu membersihkan sampah di lokasi setempat. 

“Sebenarnya ini sangat memprihatinkan sekali, soalnya satu minggu bisa tiga sampai empat kali membersihkan seperti ini. Tim kami ada lima sampai sebelas orang dari pertugas OP Daerah Irigasi, seperti Tempuran, Gabus dan Kidangan. Saya sendiri dari petugas OP Rowo,” kata Kaerudin.
 
Dirinya berharap, agar masyarakat memperhatikan sampah supaya tidak dibuang di sungai Grojogan. Hal itu karena petugas OP tidak hanya focus di Grojogan saja, tetapi juga bertanggung jawab di Daerah Irigasi masing-masing.  

Sementara itu Mahendra, petugas OP Daerah Irigasi Tempuran menambahkan, sampah yang dikumpulkan itu akan dimasukkan karung kemudian diangkut truk menuju TPA oleh petugas. 

“Kalau secara pribadi berharap agar masyarakat tidak acuh atau justru menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Sudah ada tempat sampah yang disediakan. Mari kita jaga kebersihan sungai,” ungkapnya.    

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Ir. Samgautama Karnajaya, M.T melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air Wilayah I, Surat, ST, MT juga sudah kerap kali menyampaikan imbauan kepada masyarakat Blora untuk tidak membuang sampah di sepanjang saluran drainase di aliran Sungai Grojogan.

Dikatakannya, warga masyarakat sudah sering diingatkan untuk meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan sekitar, terlebih kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarang tempat.

“Kami sudah sering menyampaikan ini, baik pada berbagai pelaksanaan hajat masyarakat, kegiatan sosialisasi, maupun lewat pemberitaan media massa agar masyarakat tidak sembarangan membuang sampah di lingkungan sekitar," tuturnya

Apalagi, membuang sampah di saluran drainase yang bisa menyebabkan saluran tersumbat dan menimbulkan genangan air bahkan bisa terjadi banjir.

Meski demikian, dalam kenyataannya, kata Surat, masih banyak menemukan sampah di sungai. Seperti sampah rumah tangga, potongan seng dan kayu yang menyebabkan aliran sungai tak berjalan lancar. Padahal, pemerintah telah menyiapkan truk pengangkut sampah yang beroperasi setiap harinya.

“Dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) maupun kami sudah menyiapkan truk pengangkut sampah yang beroperasi setiap harinya, waktu buang sampah juga sudah kami tentukan. Kami minta untuk mengumpulkan sampah dalam kantong plastik atau karung dan meletakkannya di depan rumah, kami yang akan mengangkut sampah tersebut,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, pemerintah desa untuk ikut mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah di sepanjang sungai.

Wilayah tiga desa/kelurahan sempadan saluran Sungai Grojogan mulai dari Tegalgunung, Tempelan dan Temurejo diharapkan bisa duduk bersama mengedukasi warganya tentang pentingnya tidak membuang sampah sembarangan. 
“Untuk semua warga yang ada di sempadan saluran grojogan dari desa Temurejo, Kel.Tegalgunung, Kel.Karangjati dan Kel. Tempelan, monggo sesarengan ikut menjaga kebersihan saluran drainase dan sungai di lingkungan sekitar kita untuk Blora yang bersih dan sehat,” tuturnya.
(TIM DPUPR)


Info